Senin, 23 Desember 2013

gaduhnya suara alarm yang ku pasang membangunkan ku tepat pukul 04.00 pagi . ku beranjak dari tempat tidur ku menuju kamar mandi , ku berwudhu dan kemudian shlat subuh .

selesai shlat subuh hooaaammm terasa ngantuk kembali, terasa ingin kembali ke tempat tidur ..

daaaaaannnn ......

ku terus berlari melewati berbagai rintangan, melewati sawah, lumpur , tak terasa cape untuk terus berlari , ku berlari dengan begitu semangat, serasa diri ini seorang militer yang sedang berlatih .
hingga ku harus melewati jalan panjang yang dijaga seekor burung yang amaaaatttt beeesaaaaaarrr besaaaarrr besaaaarrrr , yang apabila kita melewatinya kita harus sangat gesit untuk menghindar dari paruhnya yang siap mematuk .

aku dan temanku entah siapa tak berani untunk melewati rintangan yang satu ini, kita berpikir untuk kabur dari rintangan ini, dan kita berlari menuju sebuah pasar , kita berlari seperti adegan-adegan film jacky can yang dikejar musuh-musuhnya . kita menabrak, melompat, merunduk sambil berlari.

hingga aku bertemu dengan saudaraku yang berjualan di pasar ,

putri putri sini ,

ada apa? jawabku dengan terburu-buru .

"balikin ciputnya 4 , ada yang mau beli cepet" teriak saudaraku .

haduh gimana nih pikir ku..

baru saja mau ku katakan "aku beli saja deh ciputnya", tiba-tiba terdengar bunyi gaduh dari layar hp yang ku pegang.


laaaa la laaaaa laaa lalaaa laaaa ,,
ku awali hariku dengan mendoakan mu agar kau selalu sehat dan bahagia disana ,
lagunya sheila on 7 , pemuja rahasia .

huh berisik ,,

"halo putri km nulis standar yang dikeringin ama yang ga dikeringin gmana? ko kamu ga masuk kerja?" terdengar dari suara hp ku(suara atasan ku di kantor)
jleeebbb aku terbangun waduuhh jam berapa ini ..
kulihat jam terlihat pukul 07.30
"ibuuuuuuu , aq lupa ketiduraaaannn"" jawaabbkuu .
"ai kamu baru bangun?" tanya atasanku ."ia sudah kamu masuk kerja pukul 11 .

baruku terbangun dari mimpiku seorang militer ,ngahuleng ga percaya ku tertidur begitu ga terasa .
dan ku berpikir ko bisa bermimpi ada burung yang gede amat yaaa???

mimpi yang aneh .

Minggu, 22 Desember 2013

Bila ingin memperbaiki orang lain, fokuslah untuk perbaiki diri.
3M 
Mulai dari diri,
Mulai dari hal yang kecil,
Mulai saat ini.
Semangat ;)


(aagym)

Kamis, 19 Desember 2013

Dihina karena jujur lebih baik dan menentramkan daripada di puji padahal tidak jujur pasti tidak akan  tenang . semangat ;)
(aagym)

Rabu, 18 Desember 2013

Kebanyakan mikir yang tidak nyambung ke Allah pasti bikin pusing sendiri, ayo bungkus dan serahkan kepada Allah, nanti akan dibimbing solusinya.
(aagym)

Senin, 16 Desember 2013

Pengertian, Dasar, dan Tujuan Akidah Akhlak

A- Pengertian Akidah Akhlak
Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [عَقَدَ-يَعْقِدُ-عَقْدً] artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Sedangkan Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai subhat (keragu-raguan). Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa aqidah adalah sesuatu yang mengharapkan hati membenarkannya, yang membuat jiwa tenang tentram kepadanya dan yang menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat dirumuskan bahwa aqidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam yang wajib dipegangi oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat.
Sementara kata “akhlak” juga berasal dari bahasa Arab, yaitu [خلق] jamaknya  [أخلاق] yang artinya tingkah laku, perangai tabi’at, watak, moral atau budi pekerti. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, akhlak dapat diartikan budi pekerti, kelakuan. Jadi, akhlak merupakan sikap yang telah melekat pada diri seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan. Jika tindakan spontan itu baik menurut pandangan akal dan agama, maka disebut akhlak yang baik atau akhlaqul karimah, atau akhlak mahmudah. Akan tetapi apabila tindakan spontan itu berupa perbuatan-perbuatan yang jelek, maka disebut akhlak tercela atau akhlakul madzmumah.
B. Dasar Akidah Akhlak
Dasar aqidah akhlak adalah ajaran Islam itu sendiri yang merupakan sumber-sumber hukum dalam Islam yaitu Al Qur’an dan Al Hadits. Al Qur’an dan Al Hadits adalah pedoman hidup dalam Islam yang menjelaskan kriteria atau ukuran baik buruknya suatu perbuatan manusia. Dasar aqidah akhlak yang pertama dan utama adalah Al Qur’an dan. Ketika ditanya tentang aqidah akhlak Nabi Muhammad SAW, Siti Aisyah berkata.” Dasar aqidah akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Al Qur’an.”
Islam mengajarkan agar umatnya melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk. Ukuran baik dan buruk tersebut dikatakan dalam Al Qur’an. Karena Al Qur’an merupakan firman Allah, maka kebenarannya harus diyakini oleh setiap muslim.
Dalam Surat Al-Maidah ayat 15-16 disebutkan yang artinya “Sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan dan banyak pula yang dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahayadari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan izinNya, dan menunjuki meraka ke jalan yang lurus.”
Dasar aqidah akhlak yang kedua bagi seorang muslim adalah AlHadits atau Sunnah Rasul. Untuk memahami Al Qur’an lebih terinci, umat Islam diperintahkan untuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW, karena perilaku Rasulullah adalah contoh nyata yang dapat dilihat dan dimengerti oleh setiap umat Islam (orang muslim).
C. Tujuan Akidah Akhlak
Aqidah akhlak harus menjadi pedoman bagi setiap muslim. Artinya setiap umat Islam harus meyakini pokok-pokok kandungan aqidah
akhlak tersebut. Adapun tujuan aqidah akhlak itu adalah :
a) Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang sejak lahir. Manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia terdorong mengakui adanya Tuhan. Firman Allah dalam surah Al-A’raf ayat 172-173 yang artinya “Dan (Ingatlah), ketika Tuhanmu menguluarkan kehinaan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, seraya berfirman: “Bukankah Aku ini Tuhanmu? “, mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami jadi saksi” (Kami lakukan yang demikian itu), agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan tuhan)” atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?” Dengan naluri ketuhanan, manusia berusaha untuk mencari tuhannya, kemampuan akal dan ilmu yang berbeda-beda memungkinkan manusia akan keliru mengerti tuhan. Dengan aqidah akhlak, naluri atau kecenderungan manusia akan keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa dapat berkembang dengan benar
b) Aqidah akhlak bertujuan pula membentuk pribadi muslim yang luhur dan mulia. Seseorang muslim yang berakhlak mulia senantiasa bertingkah laku terpuji, baik ketika berhubungan dengan Allah SWT, dengan sesama manusia, makhluk lainnya serta dengan alam lingkungan. Oleh karena itu, perwujudan dari pribadi muslim yang luhur berupa tindakan nyata menjadi tujuan dalam aqidah akhlak.
c) Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan. Manusia diberi kelebihan oleh Allah dari makhluk lainnya berupa akal pikiran. Pendapat-pendapat atau pikiran-pikiran yang semata-mata didasarkan atas akal manusia, kadang-kadang menyesatkan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, akal pikiran perlu dibimbing oleh aqidah akhlak agar manusia terbebas atau terhindar dari kehidupan yang sesat.

http://aqidahakhlak4mts.wordpress.com/2011/12/01/pengertian-dasar-dan-tujuan-akidah-akhlak/

Pengingat

Minder tidak boleh, karena kufur nikmat, merasa serba kurang.
Sombong terlarang karena Fokus merasa diri lebih.
Yang tepat adalah TAWADHU (rendah hati).
(Aagym)